Kamis, 30 November 2017

Pindang Patin Khas Palembang ala Yuyu

Jadi ceritanya kangen masakan yang dulu pernah jadi salah satu kudapan di menu resto yang saya rintis. Siapa yang tahu makanan khas Palembang selain pempek? Saya beranggapan masih sebagian orang yang belum tahu kalau di Palembang itu banyak makanan khas yang nendang di lidah misalnya yang baru saya buat ini "Pindang Patin khas Palembang" .

Pencipta ikan khususnya ikan air tawar patut nyobain makanan bercita rasa pedas, manis,asam, dan gurih satu ini. Dan disini saya mau share sedikit trik buat menghilangkan bau lumpur ikan patin nya gaes. Oiya ikan patin itu ada dua yang saya tahu ya, ada ikan patin kuning dan merah. Kalau rekomendasi saya sih ikan patin merah lebih ga banyak usaha buat menghilangkan bau lumpurnya. Pernah saya tanya kok bisa beda bau nya padahal hidupnya sama-sama di air. Dan ternyata dari jenis pakan ternaknya gaes.

Oke saya mau share bahan-bahan apa aja yang dibutuhkan buat mengolah ikan patin 1 kg menjadi pindang patin.

Bahannya cukup sederhana dan mudah didapat di pasar dan karena saya masih menggunakan feeling jadi saya tulis sederhana yaa

1.  Ikan patin 1 kg
2.  Cabe rawit 6 bh
3.  Cabe keriting 10bh yang masih seger yaaa
4.  Lengkuas se jari jempol
5.  Kunyit dan jahe se ujung jari kelingking
6.  Gula merah yang warnanya gelap secukupnya agar airnya berwarna merah kecoklatan
7.  Terasi se ujung jari kelingking
6.  Nanas secukupnya biar ada sensasi asem segernya gitu
7.  Batang sereh
8.  Daun salam dan daun kemangi
9.  Susu


Trik buat bau ikannya berkurang yaitu rendam ikan patin yang sudah dibersihkan dan dipotong potong di dalam rendaman air susu dan diamkan hingha 15-20 menit biasanya sih lemak lemak ikan nya keliatan.




Haluskan semua bumbu kecuali bahan no. 6 sd no.8. Kemudian masukkan ikan patin didlm panci lalu masukkan air sampai ikan patin terendam. Lalu masukkan bumbu yang sudah dihaluskan dan semua bahan lain didalam panci kemudian masak hingga airnya mendidih.

Oiya untuk garam dan gula silahkan munurut selera temen temen asalkan kuahnya sudah terasa ada manis sedikit dan gurih. Nanas yang dimasukkan akan membuat kuahnya menjadi agak asam dan segarrr


silahkan dicoba yaaa dirumah. Semoga bermnfaat ☺️☺️


Kamis, 12 Desember 2013

Plan and Design of Operatin System


1.        Perencanaan Produk
Sebelum memproduksi suatu produk, sebuah perusahaan harus menentukan apa yang diinginkan konsumen dan kemudian membuat disain produk sesuai dengan yang diinginkan tersebut. Banyak perusahaan menggunakan penelitian pemasaran dalam menentukan jenis barang dan jasa yang akan disediakan dan bentuk apa yang harus mereka tawarkan. Penelitian ini juga membantu perusahaan mengukur permintaan konsumen akan suatu produk dan seberapa besar konsumen berkeinginan membayarnya. Namun, ketika pasar berubah, perusahaan harus bersifat fleksibel.
            Mengembangkan produk dapat memakan waktu lama dan mahal dalam prosesnya. Meskipun demikian, banyak perusahaan berupaya mengurangi waktu dan biaya tersebut dengan menjalankan ide produk ke dalam disain yang tepat guna. Ketika manajemen mengembangkan ide untuk produk yang diinginkan konsumen, harus direncanakan pula bagaimana memproduksi produk tersebut.  Para peneliti dan departemen pengembangan diberi wewenang untuk menjalankan ide produk ke dalam disain yang tepat guna yang dapat diproduksi secara ekonomis. Dalam perusahaan kecil, termasuk perseorangan maka pemiliklah yang bertanggung jawab pada aktivitas penting ini. Terkait dengan itu, harus pula menciptakan produksi produk yang efisien dan meyakinkan bahwa suatu produk akan menemui permintaan dan kepuasan konsumen. Oleh karena itu, tugas manajer operasi merencanakan tipe dan jumlah material yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu produk, kemampuan dan jumlah orang yang diperlukan untuk membuat produk, serta proses input dalam bertransformasi menjadi output.
2.             Perencanaan Proses Operasi
Suatu produk didisain berdasar pada salah satu diantara tiga bagian proses di bawah ini, yaitu:
a.         Standarisasi
Kebanyakan perusahaan yang memproduksi produk dalam jumlah besar untuk banyak orang (konsumen) menstandarisasikan disainnya  agar produksinya berbiaya rendah dan cepat. Standarisasi merupakan proses membuat komponen atau produk yang identik dan dapat dipertukarkan. Dengan standarisasi, produksi dan quality control dapat berjalan cepat serta mengurangi biaya produksi. Disamping itu, standarisasi menawarkan konsistensi sehingga konsumen yang butuh produk tertentu sepanjang waktu akan  memperoleh produk tersebut.
b.        Disain Modular
Disain modular yaitu proses menciptakan barang dalam unit-unit atau modul yang dapat dikombinasikan atau dipertukarkan untuk menciptakan produk yang berbeda. Disain modular memungkinkan produk untuk direparasi dengan cepat dan juga mengurangi biaya tenaga kerja. Akan tetapi, komponen-komponen disain modular itu mahal sehingga meningkatkan biaya komponen perbaikan.
c.         Customization
Customization adalah kemampuan membuat produk yang disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Produk yang dihasilkan pun biasanya unik. Mass customization terkait dengan kemampuan membuat produk dalam jumlah besar  yang disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan dari pelanggan secara individual.  Pelanggan dapat memilih model, ukuran, warna, bentuk, dan disain dari suatu produk. Dengan ini, pelanggan memiliki opsi dan pilihan dalam menentukan suatu produk.
3.        Perencanaan Kapasitas
Kapasitas adalah batasan maksimum suatu unit organisasi dapat beroperasi atau jumlah output maksimum yang diproduksi dalam suatu waktu tertentu. Kapasitas ini ditentukan oleh kapasitas sumberdaya yang dimiliki, antara lain tenaga kerja, mesin, cabang perusahaan, dan juga bahan baku. Kapasitas menentukan apakah permintaan dapat dipenuhi atau apakah fasilitas yang ada akan berlebih. Jika tingkat kapasitas terlalu kecil, permintaan tidak akan terpenuhi sehingga pelanggan dan bahkan pasar akan hilang. Sedangkan, jika kapasitas yang tersedia lebih dari yang diperlukan maka sebagian fasilitas akan menganggur dan akan terdapat biaya-biaya yang dibebankan pada sumber daya-sumber daya yang ada. Oleh karena itu, suatu organisasi perlu meramalkan permintaan secara akurat dan kemudian merencanakan kapasitas berdasar pada ramalan itu sehingga tercipta perencanaan kapasitas yang efisien.

4.        Perencanaan Fasilitas
Aktivitas perencanaan fasilitas dapat dibagi dalam tiga hal, yaitu perencanaan lokasi, perencanaan tata letak, dan perencanaan teknologi.
·           Perencanaan lokasi
Lokasi merupakan salah satu faktor penting  bagi perusahaan karena mempengaruhi perkembangan dan kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Ketika perusahaan memutuskan membuka lokasi yang baru atau melakukan relokasi, dalam mendapatkan lokasi yang tepat, perlu memperhatikan faktor-faktor yang terkait dengan kegiatan usaha perusahaan, antara lain letak pasar, letak dan ketersediaan bahan baku, ketersediaan transportasi, ketersediaan listrik, ketersediaan tenaga kerja, karakteristik masyarakat, pengaruh iklim, pajak, serta faktor politik.
·           Perencanaan tata letak
Perencanaan tata letak dikelompokkan dalam tiga jenis, yaitu tata letak posisi tetap, tata letak proses, dan tata letak produk.
1.        Tata letak posisi tetap (fixed-position layout/project organization)
Tata letak posisi tetap yaitu suatu tata letak yang membawa seluruh sumber daya yang diperlukan dalam produksi ke lokasi pusat. Tata letak ini dipilih karena ukuran, bentuk, ataupun karakteristik lain menyebabkan produknya tidak mungkin atau sukar dipindahkan, seperti gedung. Tata letak ini biasanya melibatkan proyek yang komplek dan besar seperti proyek-proyek konstruksi dan eksplorasi.
2.        Tata letak proses (process layout/intermittent organization)
Tata letak proses yaitu suatu tata letak yang mengorganisasikan proses transformasi ke dalam departemen-departemen yang memiliki proses yang serupa atau penyusunan tata letak yang mempunyai fungsi yang sama diletakkan dalam bagian yang sama. Model ini cocok bagi perusahaan yang membuat berbagai jenis produk yang berbeda. Tata letak ini digunakan di pergudangan, rumah sakit, dan agensi periklanan.
3.        Tata letak produk (product layout/continuous manufacturing organization)
Tata letak produk yaitu suatu tata letak yang dipilih apabila proses poduksinya telah distandarisasikan dan berproduksi dalam jumlah besar. Setiap produk akan melalui tahapan yang sama dari awal sampai akhir. Pekerja tetap pada satu lokasi dan produk akan berpindah dari satu pekerja ke pekerja yang lainnya yang diposisikan sepanjang lini produksi. Perusahaan akan terus memproduksi produk dengan karakteristik yang sama dan variasi produk rendah. Tata letak produk banyak digunakan dalam industri otomotif, elektronika, dan kafetaria

4.        Teknologi
Kemajuan teknologi memiliki pengaruh yang sangat besar dalam proses transformasi. Dua perkembangan teknologi yang sangat mempengaruhi operasi dalam banyak bisnis adalah komputer dan robot.
a.         Computer Aided Design (CAD), menunjuk pada desain komponen, produk, dan proses pada computer.
b.        Computer Assisted Manufacturing (CAM), menggunakan computer untuk mendesain dan mengontrol proses transformasi. Sistem ini mampu memonitor proses transformasi, memperoleh informasi mengenai peralatan yang digunakan untuk menghasilkan suatu produk dan, memperoleh informasi mengenai produk itu sendiri dalam proses transformasinya. Komputer juga menyediakan informasi pada operator untuk mengambil aksi pembetulan.
c.         Flexible manufacturing, menunjukkan dimana computer dapat mengendalikan mesin untuk beradaptasi pada versi yang berbeda dalam operasi yang sama.
d.        Robotik, merupakan teknologi yang berkembang pesat dalam proses transformasi dengan menggunakan robot. Alat ini secara otomatis menjalankan tugas tertentu yang memungkinkan perusahaan mencapai tingkat kualitas yang tinggi dan juga digunakan untuk melakukan pekerjaan yang mengandung risiko.
e.         Computer Integrated Manufacturing (CIM), merupakan integrasi atau gabungan antara berbagai proses yang terjadi di industri. CIM adalah suatu sistem yang lengkap dalam mendisain produk, mengatur mesin, dan mengontrol fungsi operasi. Dengan penerapan CIM, diharapkan proses yang terjadi di industri dapat ditingkatkan efektivitasnya.
5.        Sustainability and Manufacturing

 Manufaktur dan sistem operasi bergerak cepat dalam membangun keberlangsungan lingkungan dan meminimalisir dampak negatif pada lingkungan. Keberlangsungan terkait dengan mengurangi komsumsi sumber daya dan juga keberlangsungan jangka panjang dari planet ini, termasuk di dalamnya sumber daya alam, interaksi antar individu, organisasi, dan bisnis. Isu keberlangsungan, seperti polusi baik tanah, air, ataupun udara, perubahan iklim, deforestasi, pangan, dan perlindungan terhadap biodiversitas. menjadi penting keberadaannya bagi pihak-pihak yang terkait, termasuk konsumen sebagaimana perhatian mereka terhadap kondisi plenet ini di masa depan. 

Archer Daniels Midland


Faktor-faktor yang menyebabkan ADM melakukan fix-pricing karena adanya supply yang tidak seimbang dengan permintaannya. Produksi yang berlebihan menyebabkan harga lysine jatuh dipasar. Produk lysine itu sendiri merupakan barang yang price-sensitive karena produk lysine merupakan produk yang tidak terdiferensiasi. Kemungkinan ADM memiliki niat buruk untuk membuat kartel dengan berkoalisi dengan produsen lainnya.
Mark Whitacre pantas untuk dihukum karena telah melanggar etika moralitas, yang mana orang dikatakan bertanggung jawab secara moral yaitu membantu dan menyebabkannya price-fixing, padahal dia tahu itu salah tetapi tidak hanya Whitacre saja yang harus disalahkan karena ada beberapa pihak juga yang ikut serta dalam kesepakatan penetapan harga lysine Whitacre pantas menerima hukuman yang seadil-adilnya. Walaupun dia menjadiinforman bagi FBI, tetapi ternyata dia terlibat kasus penggelapan uang 

too good to be true "CSA"




Adanya credit solution seperti ini sebenarnya bisa dilihat dari tiga perspektif. Yang pertama dilihat dari perspektif konsumen yang memiliki hutang kartu kredit yang tidak bisa dikembalikan akan merasakan rasa lega karena ada pihak yang akan membantu mereka dalam mengatasi masalah tersebut juga sekaligus tidak memberikan mereka rasa jera karena mereka mungkin saja menganggap enteng masalah ini karena sudah merasa ada yang membantu mereka padahal credit solution tidak bisa diandalkan sseratus persen karena kembali lagi yang akan kasian adalah para krediturnya. Hak mereka tidak bisa kembali seratus persen. Dipandang dari sisi CSA sebenarnya mereka tidak sepenuhnya memiliki empati yang baik terhadap para debitur kartu kredit yang tidak diperlakuakan secara baik namun mereka terlalu memberikan harapan dan janji yang masih belum pasti hasilnya seperti apa sekaligus mereka meminta imbalan sebesar 15% dari penurunan hutang konsumennya. Apa yang dikatakanoleh Adam Smith bahwa jangan mengira seorang individu akan menolong karena kebaikannya karena sebenarnya mereka juga ingin memperoleh kuntungan dari hal tersebut. Yang paling dirugikan dalam hal ini adalah kreditur karena mereka dipaksa untuk mengurangi hutang yang harus dibayar oleh debitur mereka dan memiliki situasi yang serba salah karena jika pada akhirnya debiturnya dibangkrutkan maka kreditur hanya mendapatkan asset yang dimiliki kosumen yang berarti asset yang tersisa yang dimiliki debitur tidak sebanding dengan jumlah uang yang harus diterima oleh kreditur.
            Dilihat dari prinsip keadilan, hak dan caring CSA telah melanggar ketiga prinsip ini karena dengan adanya paksaan terhadap kreditur untuk menurunkan jumlah hutang maka hak kreditur untuk menerima uang akan hilang dan memaksa konsumen untuk membayar fee dan tidak ikut campur dalam proses negosiasi yang berarti hak konsumen juga tidak lagi ada. Menurut prinsip yang menganut invisible hand seharusnya masalah ini biarkan saja kedua belah pihak yang mengatasi tanpa ada campur tangan CSA karena akan aka nada pihak yang secara alami akan membantu mereka.

Breath


Wondering how some people just ignored their limitation as a human being.
We were born to pay more attention toward ourselves. not to be a destrutive.
We have our brain to choose the good thing for our life, our health.
Perhaps, some of us thaught Why does God give us a illness?or lack of our body?
and complain why other people just have what we don't, and feel so terrible.
and now I realized that God gives me some weakness to care myself than other people.
See how they could eat what they want, LOL (laughing out lot) when see the funny things
and many things i've never done.
to survive, to live a life, the point is have to breath.
feel free but can't breath?? that's a thing i can't deal with.
so caring ourself to be health to breath.


Rabu, 15 Mei 2013

Digital Marketing dan Financing


well...hari ini saya kuliah Pengantar Bisnis dengan topik pembahasan yaitu Digital Marketing.
Kata marketing tak lepas dari sebuah produk, dan sebuah produk akan dikaitkan dengan manajemen produksi karena produk diproduksi melalui proses transformasi dari bahan baku yang diatur sedemikian rupa sehingga menjadi barang jadi.


Marketing adalah sebuah grup dari beberapa aktifitas yang didesain untuk mencapai sebuah transaksi (perdagangan atau penjualan) dengan membuat produk, penetapan harga, mempromosikan produk, mendistribusikannya serta mengaitkan jasa dan ide kreatifitas.



Marketing konsep itu sendiri ialah ide yang harus dilakakukan oleh sebuah organisasi untuk memuaskan para konsumennya melalui aktifitas-aktifitas yang terkoordinir dengan tujuan utamanya yaitu mencapai target organisasi atau perusahaan tersebut (profit).

Evolusi dari Konsep Marketing:
  • Berorientasi kepada produksi
          Orientasi ini difokuskan kepada produksi masal dimana untuk meningkatkan efisiensi dari sebuah    teknology baru pada saat itu (19th century)
  • Berorientasi kepada penjualan
        Pada awal abad  ke-20 orientasi orientasi produksi beralih ke penjualan dengan berfokus pada proses   penjualan produk ke konsumen.  Menyadari bahwa penjualan sebagai faktor yang penting dalam  meningkatkan profit. Pada abad ini banyak yang percaya bahwa sektor terpenting dalam marketing adalah penjualan dan periklanan.
  • Berorientasi kepada pasar
   Pada tahun 1950 an, pembisnis mulai menyadari bahwa produksi yang efisien dan promosi yang besar-besar tidak menjamin penjualan. Oleh karena itu, mereka mulai mengidentifikasikan produk apa yang diinginkan konsumen dan kemudian mereka memproduksinya dibandingkan membuat produk terlebih dahulu baru setelah itu mempengaruhi konsumen kalau barang itu adalah barang yang mereka butuhkan agar membeli produk tersebut.
 
Nah itu sekilas mengenai evolusi konsep marketing, sekarang baru membahas digital marketing.
 

Senin, 10 Oktober 2011

be myself is more valuable :)

i walk like me..
i talk like me..
i smile like me..
i laugh like me..
i sing like me..
i run like me..

everything inside of me, it's the way I am...

I'm growing up naturally, it's the way I do...

so...what should do? just be myself...

coz be myself is more valuable.. :)